Apa Itu Proses Anaerob? Di Balik Arabika Ampelgading

Tim KopiBlitar · 17 Oktober 2026

Arabika blitar ampelgading

Kalau kamu pernah melihat label kopi bertuliskan “anaerob” atau “anaerobic fermentation” dan bertanya-tanya artinya, artikel ini untukmu. Kami jelaskan dengan contoh kopi kami sendiri, Arabika Ampelgading dari Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Blitar.

Cara kopi biasanya diolah

Setelah dipetik, buah kopi harus dipisahkan dari bijinya dan dikeringkan. Di Indonesia, cara yang paling umum:

  • Natural: buah dijemur utuh bersama kulitnya. Robusta Doko dan Robusta Ampelgading kami diolah dengan cara ini.
  • Washed: kulit buah dibuang, lendirnya dihilangkan lewat fermentasi dan pencucian, lalu biji dijemur.
  • Giling basah: kulit tanduk dikupas saat biji masih basah, lalu dijemur sampai kering. Cara ini banyak dipakai di berbagai daerah di Indonesia.

Proses anaerob adalah variasi yang lebih baru, banyak dipakai di kopi spesialti untuk memunculkan rasa tertentu.

Apa itu fermentasi anaerob?

Anaerob berarti tanpa oksigen. Buah atau biji kopi dimasukkan ke wadah tertutup rapat dan dibiarkan berfermentasi tanpa udara selama waktu tertentu, sebelum dikeringkan. Lamanya berbeda-beda, dari hitungan jam sampai beberapa hari, tergantung pengolahnya.

Tanpa oksigen, mikroba yang bekerja berbeda dengan fermentasi biasa. Hasilnya sering berupa rasa buah yang lebih kuat, asam yang lebih menonjol, kadang aroma seperti wine. Arabika Ampelgading kami termasuk yang smooth: asamnya cerah dan manisnya jelas.

Bagaimana Arabika Ampelgading diolah

Buahnya dipetik merah sekitar Juli–Agustus dari kebun di ketinggian 800–1.200 mdpl, lalu diproses anaerob. Varietasnya campuran, karena datang dari kebun beberapa petani. Setelah itu kopinya disangrai medium oleh Ruang Tuang di Kota Blitar, dalam batch kecil setiap minggu.

Profil rasa

Smooth, dengan catatan anggur, beri dan rasa wine.

Body 3/5 · Manis 4/5 · Asam 5/5. Asamnya paling cerah di antara kopi kami.

Cara menyeduh

Metode Rasio Suhu Waktu
V60 1:15 92 °C 2½–3 menit
French press 1:14 93 °C 4 menit
AeroPress 1:12 90 °C 1½ menit
Cold brew 1:8 suhu ruang 12–16 jam

Minum tanpa gula dan susu dulu supaya rasanya terasa utuh. Kalau mau manis, coba sedikit madu.

Kenapa harganya lebih tinggi?

Kami membuka rinciannya. Untuk kemasan 200 g seharga Rp85.000:

Komponen Arabika Ampelgading Robusta Doko (pembanding)
Harga green bean Rp160.000/kg Rp85.000/kg
Biaya sangrai di Ruang Tuang Rp30.000/kg Rp15.000/kg
HPP per kemasan Rp46.000 (200 g) Rp30.313 (250 g)
Keuntungan kotor kami Rp33.000 Rp14.188

Green bean arabika ini hampir dua kali harga robusta, dan biaya sangrainya dua kali lipat. Rincian lengkapnya ada di halaman produk.

Ketersediaan

Arabika Ampelgading tersedia dalam kemasan 200 g dan 1 kg, biji atau bubuk. Stok bergantung pada hasil panen. Kalau sedang kosong, tanya lewat WhatsApp dan kami kabari.


Lihat Arabika Ampelgading →

Pilihan kopi

Kopi Blitar yang bisa kamu pesan

Semua petik merah, tersedia biji atau bubuk.

Panduan lainnya

Semua panduan →
Kopi Robusta Ampelgading Blitar

17 Oktober 2026

Robusta vs Arabika: Mana yang Cocok untukmu?

Beda robusta dan arabika: rasa, kafein, ketinggian tanam dan cara seduh, plus pilihan robusta Doko, Ampelgading dan arabika anaerob dari Blitar.

Baca panduan →